TUGAS FILSAFAT GEOGRAFI
A. KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya kepada penulis, sehingga telah dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini merupakan salah satu tugas kelompok mata kuliah Filsafat Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang.
Makalah ini menyajikan materi tentang Geografi Sebagai Ilmu Pengetahuan. Melalui materi yang di bahas dalam makalah ini diharapkan berguna bagi pembaca sehingga dapat memudahkan dalam memahami mata kuliah Filsafat Geografi.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Filsafat Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang atas kesempatan yang diberikan dalam menulis makalah ini.
Penulis juga mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi perbaikan dan penyempurnaan penyajian makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa dan mahasiswi Universitas Negeri Padang.
Padang, 7 September 2014
Penulis kelompok 4
B. PEMBAHASAN
1. Pengertian Ilmu Geografi
Geografi dulunya disebut ilmu bumi, adalah pengetahuan yang secara akademis sudah diajarkan sejak sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi. Istilah ilmu bumi sudah tidak sesuai lagi , sebab ilmu bumi lebih tepat untuk geologi ( geos dan logos dari kata Yunani ). Artinya sebuah pengetahuan alam yang mempelajari bumi seutuhnya dimulai dari kulit luar sampai intinya tanpa memperhatikan hubungan bumi secara khusus dengan manusia yang menghuninya.
Geografi adalah ilmu yang menelaah bumi dan hubungannya dengan manusia.
Istilah ini, berasal dari kata geo dan grafien adalah gambaran tentang bumi yang berarti seluruh isinya baik manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.
Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaanbumi.
Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gĂȘo ("Bumi") dan graphein ("tulisan", atau "menjelaskan"). Geografi juga merupakan nama judul buku bersejarah pada subjek ini, yang terkenal adalah Geographia tulisan Klaudios Ptolemaios (abad kedua). Geografi lebih dari sekedar kartografi, studi tentang peta. Geografi tidak hanya menjawab apa dan dimana di atas muka bumi, tapi juga mengapa di situ dan tidak di tempat lainnya, kadang diartikan dengan "lokasi pada ruang." Geografi mempelajari hal ini,baik yang disebabkan oleh alam atau manusia. Juga mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu.
Adapun pengertian geografi menurut para ahli yaitu :
- Erastothenes (Abad ke-1) Geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bentuk muka bumi.
- Claudius Ptolomaeus Geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi.
- Ullman (1954) Geografi adalah interaksi antar ruang.
- Strabo (1970) Geografi erat kaitannya dengan faktor lokasi, karakterisitik tertentu dan hubungan antar wilayah secara keseluruhan.Pendapat ini kemudian disebut konsep Natural Atrribut of Place.
- Ekblaw dan Mulkerne Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni dan tempat rekreasi yang kita nikmati.
- Paul Vidal de La Blance Geografi adalah studi tentang kualitas negara-negara, di mana penentuan suatu kehidupan tergantung bagaimana manusia mengelola alam ini.
- Prof. Bintarto (1981) Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.
- Hasil seminar dan lokakarya di Semarang (1988) Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.
- Von Rithoffen Geografi adalah studi tentang gejala dan sifat-sifat permukaan bumi serta penduduknya yang disusun berdasarkan letaknya, dan mencoba menjelaskan hubungan timbal balik antara gejala-gejala dan sifat tersebut.
- Haris (2012) Geografi adalah suatu ilmu yang mengkaji segala aspek-aspek yang ada di permukaan bumi dengan konsep spasial untuk pemanfaatan pembangunan yang ada dipermukaan bumi.
- Bernhardus Varenius, Dalam karyanya yang berjudul GEOGRAPHIA GENERALIS, beliau membagi geografi menjadi : 1) Geografi absolute 2) Geografi relative 3) Geografi komparatif Geografi sebagai ilmu pengetahuan dikarenakan disusun secara sistematik,bukan hanya memberikan deskripsi tentang bumi akan tetapi kegiatannya juga seperti pengkajian dan analisis baik aspek fisik maupun aspek sosial. 2. Pembelajaran geografi meliputi 3 aspek yaitu :
a. Pengetahuan
1) Mengembangkan konsep dasar Geografi yang berkaitan dengan pola keruangan dan proses-prosesnya.
2) Mengembangkan pengetahuan sumber daya alam, peluang, dan keterbatasannya untuk dimanfaatkan.
3) Mengembangkan konsep dasar Geografi yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan wilayah negara/dunia.
b. Keterampilan
1) Mengembangkan keterampilan mengamati lingkungan fisik, lingkungan sosial, dan lingkungan binaan.
2) Mengembangkan keterampilan mengumpulkan, mencatat data, dan informasi yang berkaitan dengan aspek-aspek keruangan.
3) Mengembangkan keterampilan analisis, sintesis, kecenderungan, dan hasil-hasil dari interaksi berbagai gejala geografis.
c. Sikap
1) Menumbuhkan kesadaran terhadap perubahan fenomena geografi yang terjadi di lingkungan sekitar.
2) Mengembangkan sikap melindungi dan tanggung jawab terhadap kualitas lingkungan hidup.
3) Mengembangkan kepekaan terhadap permasalahan dalam hal pemanfaatan sumber daya.
4) Mengembangkan sikap toleransi terhadap perbedaan sosial dan budaya.
5) Mewujudkan rasa cinta tanah air dan persatuan bangsa.
3. Konsep dasar geografi
Konsep Lokasi
Konsep lokasi adalah konsep utama yang akan digunakan untuk mengetahui fenomena geosfer. Konsep lokasi dibagi atas:
1) Lokasi absolut : lokasi menurut letak lintang dan bujur bersifat tetap.
Contoh : Indonesia terletak di antara 6°LU-11°LS dan di antara 95°BT-141°BT.
2) Lokasi relatif : lokasi yang tergantung pengaruh daerah sekitarnya dan sifatnya berubah.
Contoh: Indonesia terletak antara Benua Asia dan Australia.
Konsep Jarak
Dalam kehidupan sosial ekonomi, jarak memiliki arti penting. Dalam geografi jarak dapat diukur dengan dua cara, yaitu :
1) Jarak geometrik dinyatakan dalam satuan panjang kilometer.
2) Jarak waktu yang diukur dengan satuan waktu (jarak tempuh).
Konsep Keterjangkauan
Sulit atau mudahnya suatu lokasi untuk dapat dijangkau dipengaruhi oleh lokasi, jarak dan kondisi tempat. Contoh: Surabaya–Jakarta bisa ditempuh dengan bus atau pesawat.
Konsep Pola
Pola merupakan tatanan geometris yang beraturan. Contoh, penerapan konsep pola adalah pola permukiman penduduk yang memanjang mengikuti jalan raya atau sungai.
Konsep Geomorfologi
Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi.Ilmu geografi tidak terlepas dari bentuk-bentuk permukaan bumi, seperti pegunungan, perbukitan, lembah dan dataran.Hal inilah yang menyebabkan permukaan bumi merupakan objek studi geografi.
Konsep Aglomerasi
Aglomerasi merupakan kecenderungan pengelompokan suatu gejala yang terkait dengan aktivitas manusia.Misalnya pengelompokan kawasan industri, pusat perdagangan dan daerah pemukiman.
Konsep Nilai Kegunaan
Manfaat yang diberikan oleh suatu wilayah di muka bumi pada makhluk hidup, tidak akan sama pada semua orang. Nilai kegunaan pun bersifat relatif. Misalnya pantai mempunyai nilai kegunaan yang tinggi sebagai tempat rekreasi bagi warga kota yang selalu hidup dalam keramaian, kebisingan dan kesibukan.
Konsep Interaksi Interdependensi
Interaksi merupakan terjadinya hubungan yang saling mempengaruhi antara suatu gejala dengan gejala lainnya.Contohnya adalah perbedaan kondisi antara daerah pedesaan dan perkotaan yang kemudian dapat menimbulkan suatu kegiatan interaksi seperti halnya penyaluran kebutuhan pangan, arus urbanisasi maupun alih teknologi.
Konsep Diferensiasi Area
Fenomena yang berbeda antara tempat yang satu dengan yang lain. Contoh: Areal pedesaan khas dan corak persawahan.
Konsep Keterkaitan Keruangan
Keterkaitan antara suatu fenomena dengan fenomena lainnya merupakan suatu keterkaitan keruangan.Misalnya hubungan antara kemiringan lereng di suatu wilayah dengan ketebalan lapisan tanah serta hubungan antara daerah kapur dengankesulitan air.
4. Ruang Lingkup
a. Ruang Lingkup Geografi
Seperti telah dikemukakan di atas , studi dan analisa geografi meliputi analisa gejala manusia dengan gejala alam, dan meliputi pula analisa penyebarannya – interelasinya – interaksinya dalam ruang. Melihat analisa gejala yang dipelajarinya, geografi dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan “what – where – why – how – when – who” tentang apa yang terjadi di permukaan bumi. Untuk menjawab pertanyaan what, geografi dapat menunjukkan gejala atau faktor alam dan faktor sosial (nonalami), menunjukkan struktur, fungsi dan di samping itu kenampakan/kejadian di permukaan bumi.
Untuk menjawab pertanyaan where, geografi dapat menunjukkan ruang atau tempat, arti situs (site), letak (lokasi) atau penyebaran (spatial distribution) di permukaan bumi. Untuk menjawab pertanyaan why, geografi dapat menunjukkan bagaimana interaksi-interaksi interdepensi antara gejala-gejala atau fenomena-fenomena di permukaan bumi. Artinya kronologis keruangan dan penjelasan latar belakang dan pola hubungan sebab-akibat serangkaian fenomena atau gejala yang ada di permukaan bumi ini. Untuk menjawab pertanyaan how, dalam arti penjelasan sebuah struktur, pola, fungsi dan proses gejal/kejadian atau solusi terhadap masalah yang terwujud rumusan jalan kebijakan.
Artinya geografi dapat menunjukkan kualitas dan kuantitas gejala serta hubungannya pada ruang yang bersangkutan. Untuk menjawab pertanyaan when, dalam arti mengungkap dimensi waktu/lampau, sekarang dan yang akan datang. Untuk menjawab pertanyaan who, dalam arti sebagai objek atau pelaku (subjek) kejadian dan sekaligus sebagai subjek yang bertanggung jawab dalam bentuk kelompok manusia tidak sebagai individu.
Rhoad Murphey dalam bukunya “the Scope of Geography” mengemukakan tiga pokok sebagai berikut:
1) The distribution and relationship of mankind over the earth and the spatial aspects of human settlement and the use of the earth.
(Geografi mempelajari persebaran dan relasi umat manusia di permukaan bumi. Selain itu, juga mengkaji aspek keruangan tempat hidup manusia serta bagaimana manusia memanfaatkannya).
2) The interrelationship between human society and the physical environment as part of the study of areal differences.
(Geografi mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan fisik (alam) sebagai bagian studi keanekaragaman wilayah).
3) The regional framework and the analysis of specific region.
(Geografi mempelajari kerangka regional dan analisis dari region yang mempunyai ciri khusus).
Geografi pada umumnya mengkaji gejala/ fenomena di permukaan bumi (geosfer),yang terdiri dari gejala alm (fisik) dan gejala manusia (social)
1) Dalam kehidupan sehari-hari kita jumpai berbagai gejala geosfer antaralain sebagai berikut :
- Pengaruh cuaca dan iklim dengan masa tanam dan jenis tanaman di bidang pertanian
- Pengaruh angin darat dan angin laut terhadap aktivitas penangkapan ikan di laut oleh para nelayan tradisional.
- Pengaruh bentukan muka bumi (relief) terhadap pola-pola pemukiman penduduk
- Pengaruh lokasi persebaran pusat-pusat aktivitas penduduk, seperti sarana pendidikan,perkantoran,pusat industry,sarana kesehatan dan sarana transportasi
2) Ruang lingkup bahasan geografi terdiri dari tiga bagian yaitu :
- Geografi Fisik Mempelajari tentang gejala-gejala alam di permukaan bumi yang meliputi atmosfer,litosfer,hidrosfer dan biosfer.
- Geografi Sosial Mempelajari tentang segala aktivitas kehidupan manusia di bumi dan interaksinya dengan lingkungan,baik dalam lingkungan social,ekonomi maupun budaya.
- Geografi Regional Mempelajari tentang topic atau bahasan khususnya yang mencakup suatu daerah atau wilayah tertentu.
b. Pendekatan-Pendekatan Geografi
Karena begitu luasnya ruang lingkup ini,maka untuk menganalisis segala fenomena yang terjadi di permukaan bumi perlu adanya suatu pendekatan. Terdapat 3 jenis pendekatan geografi,yaitu :
- Pendekatan Keruangan (spasial) Pendekatan keruangan terbagi menjadi 3 bagian yaitu: a) Pendekatan topic,yaitu pendekatan yang menitikberatkan pada topic utama dari suatu gejala dan masalah pada studi feografi.
- Pendekatan Aktivitas Manusia, yaitu pendekatan yang focus utamanaya adalah aktivitas manusia (human activities).
- Pendekatan Region,yaitu pendekatan yang focus utamanaya adalah region atau wilayah temapat suatu gejala dan masalah geografi tersebut terjadi.
2) Pendekatan Ekologi
Suatu pendekatan yang berdasarkan interaksi dan interdepensi yang terjadi pada lingkungan.Ekologi mempelajari hubungan timbal balik anatara manusia dengan lingkungannya yang membentuk suatu system ekologi atau ekosistem.
3) Pendekatan Kompleks Wilayah
Membahas mengenai gejala tau fenomena dengan menggunakan kombinasi antara analisis keruangan dengan analisis ekologi.Pendekatan kompleks wilayah dilakukan untuk mengetahiu perbedaan suatu wilayah dengan wilayah yang lain (areal differentiation).Pendekatan kompleks wilayah melihat setiap wilayah mempunyai karakteristik uang khas atau berbeda dengan wilayah lain.Sehingga sifat tersebut dapat digunakan sebagai salah satu acuan dalam analisisobjek kajian.
5. Prinsip – Prinsip dalam Geografi
a. Prinsip deskripsi
Prinsip deskripsi yaitu prinsip untuk memberikan penjelasan atau gambaran lebih jauh tentang gejala atau masalah yang dipelajari atau sedang diselidiki.Dengan ini digunakan untuk menjelaskan sebab interaksi dan interaksi antara faktor yang satu dan lainnya.
b. Prinsip interelasi
Prinsip interelasi yaitu interelasi dalam ruang yang menyatakan bahwa terdapat saling keterkaitan antara gejala satu dengan gejala yang lainnya atau antara faktor yang satu dengan yang lainnya dalam suatu ruang tertentu. Prinsip interelasi didasarkan pada hubungan antara satu gejala dengan gejala lain atau antara objek fisik yang satu dengan objek fisik lainnya. Misalnya daerah longsor sangat berkaitan dengan morfologi wilayahnya.Contoh lainnya adalah penduduk pantai pada umumnya mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan.
c. Prinsip distribusi
Prinsip ini pada hakikatnya adalah terjadi persebaran gejala-gejala geosfer yang ada di permukaan bumi, dimana distribusi ( penyebarannya ) berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Gejala geografi baik yang menyangkut kondisi fisik maupun sosial tersebar luas di permukaan bumi, tetapi penyebarannya tidaklah merata antara wilayah satu dengan lainnya .Contoh fenomena yang dapat menganalisis menggunakan prinsip distribusi antara lain persebaran kandungan minyak bumi dan gas di wilayah Indonesia yang tidak merata, yang mana lebih banyak terkosentrasi di wilayah Indonesia bagian barat, sedangkan wilayah Indonesia bagian timur lebih banyak mengandung bahan mineral.
d. Prinsip korologis
Prinsip ini merupakan perpaduan antarprinsip lainnya.Pada prinsip ini gejala, fakta, dan masalah ditinjau penyebarannya, dan interelasinya dalam ruang.Pada pendekatan ini kajian suatu gejala yang terjadi pada suatu wilayah dicari penyebabnya.
6. Aspek Geografi
a. Aspek Fisik
1) Geografi matematik
yaitu astronomi (ilmu falak), ilmu yang objeknya mempelajari benda-benda langit, bumi sebagai satelit, matahari sebagai bintang-bintang di langit.
2) Geologi
yaitu ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan, asal kejadian, struktur, komposisi dan sejarahnya (termasuk perkembangan kehidupan), dan proses alamiah yang membuat perkembangannya hingga sampai sekarang. Geologi meliputi cabang-cabang ilmu sebagai berikut:
a) Kristalografi, mineralogi, dan petrologi.
b) Struktur geologi, dan geofisika.
c) Stratigrafi dan historis geologi.
d) Geologi fisik dan geomorfologi.
3) Geomorfologi
yaitu ilmu yang objeknya tentang bentuk-bentuk permukaan bumi dan segala proses yang menghasilkan bentuk-bentuk tersebut. Proses yang dominan adalah pelapukan dan erosi.
4) Meteorologi
yaitu ilmu yang objeknya mempelajari atmosfer, udara, cuaca, suhu, angin , awan, hujan, radiasi, matahari, dan sebagainya.
5) Oceanografi
yaitu ilmu yang objeknya mempelajari perairan laut serta gerakannya, pasang surut, arus, kedalaman, temperatur, kadar garam, dan nilai ekonomisnya. Juga tentang geologi dasar laut dan sebagainya.
b. Aspek Sosial
1) Geografi sosial/sosiologi
yaitu ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial termasuk perubahan sosial, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial, dan lapisan sosial. Sedangkan proses sosial adalah pengaruh timbal balik berbagai segi kehidupan bersama.
2) Geografi ekonomi (geografi sosial ekonomi)
Yaitu ilmu yang objeknya mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup untuk dapat mencapai kesejahteraan dalam hidupnya.
3) Geografi politik
Yaitu ilmu yang objeknya mempelajari/studi tentang hubungan antara daratan dan lautan dengan politik untuk tujuan politik luar negeri. Jadi, metode/cara mempergunakan prinsip-prinsip geografi untuk meramalkan perkembangan politik dunia.
4) Antropologi/antropogeografi
Yaitu ilmu yang objeknya mempelajari tentang penyebaran masyarakat bangsa-bangsa di bumi sehubungan dengan lingkungan geografi. Para ahli menganggap antropogeografi sama dengan human geografi.
5) Biogeografi
Yaitu ilmu yang objeknya mempelajari kehidupan/biosfer di muka bumi (di darat, laut, dan udara)
7. Objek Kajian Geografi
a. Objek Material
Objek material adalah segala sesuatu yang dipelajari dalam kaitannya dengan fenomena geosfer yang terdapat dan terjadi di lapisan litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer.
1) Atmosfer
yaitu lapisan udara yang menyelimuti permukaan bumi dari Troposfer hingga Eksosfer. Kabut, petir, awan adalah fenomena geosfer yang terjadi di lapisan atmosfer.
2) Lithosfer
yaitu lapisan batuan penyusun kulit bumi. Gempa, tanah longsor, dan patahan adalah fenomena geosfer yang terjadi di lapisan litosfer.
3) Hidrosfer
yaitu lapisan air yang meliputi perairan darat dan lautan.Erosi, banjir dan tsunami merupakan contoh kejadian yang terjadi pada lapisan hidrosfer.
4) Biosfer
yaitu lapisan yang meliputi kesatuan sistem antara hewan, tumbuhan dan manusia. Kebakaran, perburuan gajah, merupakan contoh kejadian di lapisan biosfer.
5) Antroposfer
yaitu lapisan yang menitikberatkan kepada manusia serta aktivitasnya di permukaan bumi. Peperangan, kelaparan, wabah penyakit, merupakan contoh kejadian di lapisan antroposfer.
b. Objek Formal
Objek formal geografi adalah cara memandang dan berpikir terhadap objek material geografi dari sudut pandang keruangan dalam kontek kewilyahan dan kelingkungan.
1) Pendekatan keruangan
Pendekatan yang dilakukan dengan cara mengetahui karaktristik tertentu dari suatu wilayah,meliputi :
a) Pendekatan topik
Menerik beratkan pada topik yang menjadi perhatian utama dalam menganalisis suatu fenomena geosfer.
b) Pendekatan aktivitas manusia
Digunakan untuk mengkaji aktivitas manusia/ penduduk. Misal, kita mendeskripsikan kegiatan manusia berdasar mata pencahariannya.
c) Pendekatan regional
Suatu wilayah permukaan bumi yang memiliki karakteristik tertentu yang khas dan menjadi pembela dari wilayah-wilayah lainnya.Jadi pendekatan regional ini adalah menganalisis suatu gajala/masalah dari region atau wilayah tempat masalah itu terbesar.
•
2) Pendekatan kelingkungan
Dilakukan dengan cara mengetahui adanya inteksi makhluk hidup dengan makhluk hidup lain. Dinamika yang timbul di lingkungan fidik ini seperti bencana alam akan menimbulkan pola baru antara interaksi manusia dengan alam. Contoh : Keterkaitan antara petani di daratan tinggi.
3) Pendekatan kewilayahan
Merupakan kombinasi antara pendekatan keruangan dan kelingkungan. Mengkaji wilayah yang memiliki karakteristik tertentu yang dapat dibedakan denagn wilayah lain, baik kehidupan penduduk ataupun lingkungannya. Contoh : Wilayah yang kekurangan bahan pangan akan berinteraksi dengan wilayah yang berkecukupan bahan pangannya .
8. Peranan Geografi
Untuk dapat mengikuri dan memahami secara konsepsional kedudukan geografi baik yang berkenaan dengan kerangka kerja teoritisnya, maupun kerangka-kerja praktis nya, berikut akan diketengahkan perannya.
Pertama, J.A Sporck dan O. Tulippe mengemukakan 3 peranan geografi, yaitu :
a. Geography as a synthesis (Geografi sebagai suatu sintesis)
Pada waktu membicarakan ruang lingkup, telah dikemukakan bahwa studi geografi dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan “what, where, why, how, when”. Proses studi semacam ini pada hakekatnya adalah suatu sintesa, digunakan untuk mengungkapkan apa yang menjadi pokok penelaahan, dimana adanya, bagaimana kwalitasnya, mengapa demikian, dan bila mana terjadinya. Melalui sintesa, kita akan dapat mengungkapkan pokok persoalan yang kita hadapi, termasuk penyebarannya dalam ruang, relasinya dengan pokok persoalan yang lain atau dengan variabel lainnya, bagaiman intensitas relasi atau interaksinya, bilamana terjadinya, dan lain-lain sebagainya.
b. Geography as the study of spatian relation of phenomena (Geografi sebagai suatu penelaah relasi keruangan gejala)
Peranan geografi yang kedua ini, telah lebih jauh dan lebih mendalam dari hanya ssekedar sintesa. Pada penelaah relasi keruangan ini, variabel-variabel yang ada hubungannya harus benar-benar diteliti. Dikaji relasi, interelasi, interaksi dan bahkan mungkin interdependensinya satu sama lain. Kalau pada peranannya yang pertama lebih ditekankan kepada gejala dan penyebarannya, maka pada peranannya yang kedua ini lebih ditekankan kepada relasinya atau sama lain.
c. Geography as the science of landuse (Geografi sebagai tataguna lahan)
Pada tingkat pertumbuhan penduduk yang telah menjadi kenyataan dewasa ini, pendayagunaan ruang geografi harus makin ditingkatkan. Kehidupan penduduk dunia dewasa ini, memerlukan peningkatan sarana yang menunjangnya, baik peningkatan kualitasnya, maupun kuantitasnya. Perluasan sarana kehidupan tadi, terutama yang menggunakan ruang geografi. Seperti pemukiman, jalan, bangunan, tempat rekreasi dan lain-lain sebagainya, membutuhkan perencanaan ruang untuk mengefektifkan dan mendayagunakan ruang yang bersangkutan.
d. Geografi as a research discipline (Geografi sebagai bidang ilmu penelitian)
Dua peranan utama yang dapat dipenuhi oleh geografi sebagai ilmu penelitian, yaitu pertama melaksanakan penelitian ilmiah untuk mengembangkan den meningkatkan ilmu pengetahuan geografi itu sendiri. Peneltian ini lebih bersifat murni untuk mengembangkan teori – konsep – prinsip – hukum yang berlaku dalam tubuh ilmu pengetahuan yang bersangkutan. Penelitian yang bersifat teoritis-murni; kedua melaksanakan penelitian yang lebih bersifat praktis untuk kepentingan kehidupan secara langsung. Peranan yang terakhir ini diarahkan untuk menyusun alternatif pemecahan masalah kehidupan, dan untuk menyusun suatu perencanaan dan mengembangkan sarana kehidupan.
C. KESIMPULAN
Setelah kita melihat keseluruhan dari apa dan bagaimana Geografi sebagai bidang ilmu pengetahuan dan sebagai bidang studi, kita juga harus mempersiapkan diri untuk dapat memanfaatkan dan mengamalkannya. Selain dari pada itu, ditinjau dari hakekat obyek studinya yang demikian luas itu, kita harus bersikap terbuka kepada bidang ilmu pengetahuan yang lain, karena tanpa bantuan ilmu-ilmu pengetahuan tersebut, analisa keruangan yang kita lakukan tidak akan berhasil baik.
Dalam studi geografi terdapat dua unsur pokok yaitu natural area berupa keadaan alam/alam semesta dan lingkungan manusia, yang keduanya sukar untuk dibedakan. Perbedaaannya terletak pada ligkungan alam tidak begitu cepat perubahannya sedangkan pada lingkungan manusia sangat dinamis.
- Inyaiak talago.28 mei 2013.konsep pendekatan prinsip dan aspek geografi (online). http://www.sibarasok.net/2013/05/konsep-pendekatan-prinsip-dan-aspek.html diakses: tanggal 7 september 2014
- Wikipedia.4 september 2014.geografi. (online) http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi. diakses : tanggal 7 september 2014
- Juellyan.25 juli 2013.geografi sebagai ilmu pengetahuan. (online) http://juellyan.blogspot.com/2013/07/geografi-sebagai-ilmu-pengetahuan.html. 6diakses: tanggal 7 september 2014
- Variansa ramadhan.19 oktober 2012. Geografi sebagai ilmu (online). http://variansaramadhan.wordpress.com/2012/10/19/geografi-sebagai-ilmu. di akses: tanggal 7 september 2014
- Yayu khapsari.20 maret 2013.semua tentang geografi. (online) http://yayukhapsari.wordpress.com di akses: tanggal 7 september 2014
- Drs. N. Daldjoeni.1982.Pengantar Geografi untuk Mahasiswa dan Guru Sekolah.Bandung: Penerbit Alumni
- Bakaruddin.2010.Dasar-dasar Ilmu Geografi.Padang: UNP Press Padang.
- Dr. Nursid Sumaatmadja.1981.Studi Geografi Suatu Pendekatan dan Analisa Keruanga. Bandung:Penerbit Alumni.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar